Home / Aceh Lon Sayang / Inilah 10 Souvenir dari Aceh yang Mendunia

Inilah 10 Souvenir dari Aceh yang Mendunia

10 Souvenir dari Aceh yang Mendunia – Apakah anda sering membeli souvenir ketika berpergian? Banyak orang bilang jikalau berpergian tidak lengkap rasanya bila pulang tanpa membawa oleh-oleh. Satu dua orang mungkin tidaklah terlalu mementingkan hal-hal seperti ini. Namun bagi banyak orang atau bahkan ratusan orang hal seperti ini paling dicari dan diburu jika sedang mengunjungi suatu daerah tertentu, apalagi jika orang rumah dan kerabat dekat sudah melayangkan pesan, “Jangan lupa bawa pulang oleh-olehnya ya”.

Inilah 10 Souvenir dari Aceh yang Mendunia

Biasanya souvenir ini berupa barang ciri khas dari daerah yang dikunjungi. Nah jika anda sempat melangkahkan kaki ke Aceh, jangan lupa untuk membeli souvenir khas daerah Aceh. Aceh punya banyak ragam souvenir yang bisa anda jadikan oleh-oleh atau koleksi pribadi sebagai tanda anda pernah berkunjung ke aceh, diantara banyaknya pilihan tersebut tentunya anda pasti memiliki salah satu dari 10 jenis souvenir khas daerah Aceh ini. Namanya juga mungkin sudah tidak asing lagi bagi anda, ya berikut 10 daftar souvenir aceh yang sudah mendunia.

Rencong Aceh

rencong aceh
rencong aceh

Rencong Aceh merupakan senjata tradisional dari Aceh. Bahkan karena begitu terkenalnya, Aceh diberi gelar dengan sebutan “Tanah Rencong”. Rencong melambangkan kebesaran para bangsawan dari aceh dan juga keberanian para pejuang syuhada, serta rakyat Aceh di masa penjajahan Jepang Belanda. Hampir setiap pejuang di Aceh, membekali dirinya dengan senjata tradisional rencong sebagai alat pertahanan diri.

Tas Bordir Aceh

Bagi anda kaum hawa yang suka fashion, jangan lewatkan kesempatan berbelanja task has bordir etnik Aceh untuk menambah koleksi fashion kamu. Tas bordir Aceh selain cantik dan desainnya yang unik, motif Aceh ini juga sangat halus karena dikerjakan dengan mesin bordir.

tas luna baru

Dari segi pemasaran, Tas ini tidak hanya memenuhi beberapa  pasar di kabupaten tetangga, tetapi tas Aceh ini juga telah dikirim ke beberapa provinsi tetangga di Tanah Air, semisal Medan, Riau, Tanggerang dan Pulau Jawa. Keunikan dari tas Aceh terlihat pada ragam sentuhan motif etnik yang berasal dari masing-masing daerah Aceh. Diantaranya ada tas Aceh bermotif kerawang gayo, tas motif pinto Aceh dan motif pucok reubong. Tas motif pinto Aceh pernah populer di pulau jawa dan mendapat apreasiasi yang sangat membanggakan di Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat.

Lambang Pinto Aceh

Pinto Aceh mulai terkenal dan populer sejak tahun 1935, kepopulerannya telah menarik banyak wanita penggemar perhiasan tradisional, baik kaum hawa di Aceh maupun orang-orang di luar Aceh. Sampai sekarang  setiap orang luar Aceh yang berkunjung ke daerah aceh, hampir dapat dipastikan akan membawa pulang oleh-oleh dari aceh berupa perhiasan yang bermotif Pinto Aceh.

pinto aceh
pinto aceh

Pada awalnya Motif Pinto Aceh hanya terdapat pada beberapa produk khas aceh, seperti tusuk sanggul, gelang, cincin, subang, kalung, peniti, jepitan emas untuk dasi dan lain sebagainya, kini lambing pinto aceh telah berkembang dalam berbagai produk lain seperti tas, dompet, kaos, kemeja, undangan, kopiah, meja, kursi, kosen pintu, jilbab, bagian bawah celana, kebaya, berbagai hiasan rumah tangga dan sauvenir khas Aceh lainnya.

Lahirnya ide motif Pinto Aceh terinspirasi dari bangunan pinto khob, salah satu monumen peninggalan Sultan Iskandar Muda yang saat sekarang ini telah menjadi  sebuah tempat rekreasi yang terletak di tepi sungai (krueng) Daroy.

Songket Aceh

Songket Aceh
Songket Aceh

Souvenir selanjutnya adalah kerajinan songket Aceh yang berasal dari Desa Siem Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Dari ibu kota Banda Aceh, anda bisa naik mobil labi-labi (kendaraan umum) atau mobil pribadi dengan jarak tempuh berkisar 14 Km. Tidak hanya untuk sekadar pakaian, songket Aceh juga digunakan untuk beragam keperluan lainnya seperti hiasan meja, hiasan kupiah meukeutop, hiasan dinding dan sebagainya. Salah seorang pemilik usaha kain songket yang berada di desa Siem, Dia sudah pernah mencoba mengikut sertakan karyanya di Jakarta dan Bali bahkan di luar indonesia seperti Malaysia, Singapura dan juga Srilangka.

Kupiah Meukeutop

Kupiah Meukeutop
Kupiah Meukeutop

Merupakan Kupiah tradisional ikon kabupaten Aceh Barat, biasanya digunakan sebagai pelengkap pakaian adat pernikahan yang dikenakan oleh kaum pria. Warna yang dipakaipun memiliki maknanya tersendiri. Kupiah meukeutop bagi masyarakat Aceh tidak hanya memiliki nilai dari segi adat, tapi juga penuh dengan nilai sejarah. Secara historis, kupiah meukeutop lebih dilambangkan dengan topi kebesaran yang sering dipakai oleh pahlawan aceh Teuku Umar.

Saat ini kupiah meukeutop telah mampu menunjukkan kekhasan Aceh pada dunia. Bentuknya yang unik dan indah, telah membuat kupiah ini sering dijadikan souvenir yang menarik. Kupiah Meukutop ini hampir dapat ditemukan di setiap kota dan kabupaten di Aceh, kecuali untuk daerah-daerah tertentu yang pakaian adatnya berbeda.

Kopi Aceh

Kopi Aceh
Kopi Aceh

Kopi Aceh merupakan kopi yang berasal dari dataran tinggi Tanah Gayo di Provinsi Aceh yang berupa kopi arabika yang sangat dikenal saat ini dengan sebutan “kopi Gayo“. Kopi Gayo itu sendiri merupakan salah satu kopi yang sangat digemari oleh penikmat kopi di dunia dan bahkan kopi ini disebut-sebut lebih nikmat dibandingkan kopi Blue Mountain dari Negara Jamaika.

Hal inilah yang membuat harga jual  dari kopi gayo menjadi tinggi dan mampu menembus pasar internasional. Pada tahun 2010, kopi gayo ini sempat mendapat Sertifikat Indikasi Geografis yang tentunya memperkuat lagi identitas dari kopi aceh ini.

Kupiah Riman

Kupiah Riman
Kupiah Riman

Kupiah Riman adalah sejenis peci yang dipakai oleh kaum laki-laki bangsawan Aceh pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda dan Saat ini, Kopiah Riman banyak diproduksi secara rumahan oleh ibu-ibu pengrajin di aceh.

Kopiah Riman adalah juga salah satu termasuk ke dalam produk khas tradisional dari Aceh yang banyak diminati publik. Pemasarannya bahkan telah sampai ke luar negeri, seperti negeri jiran Malaysia. Walaupun bentuknya sederhana, menciptakan kupiah riman tidaklah mudah. Butuh keterampilan khusus dan perlu ketelatenan dan juga kesabaran.

Kupiah riman merupakan warisan Kesultanan Aceh Darussalam ini terbuat dari serat pohon aren. Tempat produksinya adalah di Gampong Adan terletak lebih kurang 15 Km jauhnya dari Sigli, ibu kota kabupaten Pidie. Jika dari Banda Aceh kamu bisa menempuh jarak dengan waktu kurang lebih tiga jam perjalanan.

Kaos Berslogan

Tidak dapat dipungkiri kalau setiap orang yang mengunjungi tempat wisata baru, sudah menjadi kebiasaan untuk selalu membawa kaos bertuliskan nama atau tempat dan slogan khas daerah tersebut. Di Aceh ada banyak outlet yang menjual kaos berslogan Aceh, salah satunya produk dari Toko “Mr. Piyoh”.

Kaos Aceh
Kaos Aceh

Disini, selain mencetak baju kaos sebagai produksi utama, Toko Piyoh juga menjual mug, gantungan kunci, bros dan boneka tentunya, semua produk beraroma Aceh. Sudah banyak wisatawan yang menyambangi outlet “Piyoh”, seperti Malaysia, Singapura, Jepang, Thailand, Amerika dan beberapa turis dari Eropa.

Selain di Sabang, Outlet Piyoh juga bisa anda temui di ibu kota Aceh. Tepatnya berada di Ulee Kareng dan Peunayong (Banda Aceh).

Ija Kroeng

Di Aceh, berkain sarung merupakan kebiasaan yang turun menurun sejak zaman Kerajaan Aceh Darussalam pada abad ke-17. Kain serbaguna yang banyak digunakan dalam berbagai moment menjadi pakaian lintas kasta, gender dan usia. Mulai dari para raja, bangsawan, ulama, hingga rakyat biasa. Tidak hanya kaum adam, kain sarung juga menjadi pakaian para perempuan.

Ija Kroeng
Ija Kroeng

Usaha yang masih seumuran jagung ini telah sukses menarik perhatian.  Produk yang memiliki akun jejaring sosial Twitter, Facebook, dan Instagram tersebut ramai di kunjungi oleh pengguna media sosial. Kain sarung (Ija Kroeng) kini dijadikan sebagai souvenir bagi mahasiswa pertukaran pelajar ke India, Cina, Malaysia, Jepang dan Korsel. Selain menyediakan kain sarung, merek ija kroeng juga menawarkan goodie bag, kaos oblong serta syal.

Gudang Ija Kroeng berlokasi di Jalan Residen Danu Broto No 13 Desa Geuceu Kayee Jato Kec. Baiturraman Kota Banda Aceh.

Kue Khas Aceh

Daerah Istimewa Aceh juga mempunyai oleh-oleh khas untuk dijinjing sebagai buah tangan ketika anda pulang. Kekhasan kue kering Aceh ini adalah terletak pada umurnya yang bisa disimpan hingga berbulan-bulan dalam suhu ruangan.

Kue Khas Aceh
Kue Khas Aceh

Sebut saja seperti dodol dan kue meusekat yang tetap awet disimpan walaupun sampai 2 bulan, hal ini dimungkinkan karena penganan tersebut dimasak selama berjam-jam di atas api. Kedua kue tersebut menggunakan bahan baku utama yang berupa tepung dan gula pasir yang dimasak di dalam wajan dengan cara diaduk terus-menerus selama beberapa jam, sehingga menghasilkan ue bercitarasa manis nan legit.

Selain itu, adalagi kue semi kering yang berumur sekitar semingguan, kue kering khas aceh tersebut adalah bolu ikan (bhoi dalam bahasa aceh) dan juga bakpia Sabang. Disebut bolu ikan lantaran bolu ini menggunakan cetakan ikan, seperti halnya roti buaya yang ada di Betawi.

Komposisi bolu ikan ini hanya menggunakan gula, telur dan tepung yang dimasak dengan cara dipanggang. Sehingga menghasilkan citarasanya yang gurih dengan tekstur yang agak keras dibanding bolu kebanyakan. Sementara bakpia Sabang hadir dalam berbagai variasi isi yaitu ada kacang hijau, pandan, kopi dan kacang merah.

Bagi yang hobi kue kering renyah pengisi mulut anda bisa menjatuhkan pilihan pada kue seupet, bada reuteuk, teukarah, dan rempeyek. Umurnya juga bisa bertahan hingga berbulan-bulan. Kesemuanya dimasak dengan cara digoreng atau dipanggang sehingga teksturnya crispy. Sangat cocok untuk dijadikan cemilan atau teman dalam perjalanan. Harganya juga terbilang bersahabat di kantong. Berkisar antara Rp 7.000-Rp 150.000, sebut saja untuk menikmati sebungkus bolu ikan kita hanya perlu membayar Rp 8.000-Rp 10.000, tergantung ukurannya.

Incoming search terms for the article:

About admin

Check Also

Tas Aceh 2017

Tas Aceh Terbaru Untuk Tahun 2017 hingga 2018

Tas Aceh Terbaru Untuk Tahun 2017 hingga 2018 Tas Aceh Terbaru Untuk Tahun 2017 hingga ...