Home / Aceh Lon Sayang / Asal usul “Tanah Rencong”

Asal usul “Tanah Rencong”

Asal usul  “Tanah Rencong”– Bercerita tentang Aceh, memang tidak pernah habis untuk di ceritakan, baik dari sejarah, politik, social budaya, agama dan ekonomi, di bidang ekonomi Aceh. Perekonomian masyarakat Aceh bisa di kategorikan menengah keatas, mengapa demikian? Masyarakat Aceh banyak menghabiskan harinya di warung kopi (budaya) bukan bekerja tetapi masih juga bisa makan, maka karena itu saya bisa mengatakan taraf ekonomi masyarakat aceh di level menegah.

Rencong Aceh

Asal usul  “Tanah Rencong”

Roda ekonomi masyarakat Aceh dinominasi dari hasil pertanian, seperti sawah, lading dan perkebunan, namun ada sentra perekonomian masyarakat aceh yang kurang menjadi perhatian yaitu dari sisi kerajinan tangan seperti, kerajinan tas aceh, kerajinan songket Aceh dan kerajinan Rencong Aceh.
Rencong, orang Aceh menyebutnya : reuncong, rencong adalah senjata tajam seperti belati tradisional Aceh yang menyerupai huruf “L”. Rencong ini termasuk dalam kategori belati yang berbeda dengan pedang.atau pisau.

Pemakaian dan Bentuk yang Khas

Rencong Aceh memiliki kesamaan bentuk dengan keris hanya keris biasanya penuh dengan ukiran dan lekukan. Ukuran mata pisau rencong dapat bervariasi dari 10 cm sampai 55 cm. Mata pisau tersebut biasanya berlengkung mirip dengan keris, namun rencong, berbentuk lurus seperti pedang. Rencong dimasukkan ke dalam sarung belati yang terbuat dari gading, kayu, tanduk, atau kadang-kadang pula dari logam perak atau emas. Dalam pembawaan, rencong diselipkan di antara sabuk di depan perut pemakai, lazimnya di gunakan pada acara dan upacara adat seperti upacara pernikahan, dan lazimnya di gunakan oleh Linto Barou “ sebutan untuk pengantin pria”

pengantin aceh

Zaman Kejayan Kerajan Aceh.

Rencong memiliki level- untuk para raja atau sultan biasanya sarung rencong nya terbuat dari gading dengan mata pisaunya dari emas dengan berukirkan kutipan ayat suci dari Al-Quran agama Islam. Sedangkan untuk rencong-rencong yang di gunakan oleh rakyat biaya lazimnya terbuat dari tanduk kerbau ataupun kayu sebagai sarungnya, dengan kuningan atau besi putih sebagai belatinya.

Seperti kepercayaan dalam masyarakat Jawa terhapa keris, masyarakat Aceh menghubungkan kekuatan mistik dengan senjata rencong. Rencong masih digunakan dan dipakai sebagai aksesoris busana dalam upacara tradisional Aceh. Masyarakat Aceh mempercayai bahwa bentuk dari rencong mewakili simbol dari kalimah basmalah dalam agama Islam.

rincong

Rencong sangat populer di masyarakat Aceh sehingga Aceh yang dikenal dengan nama “Tanoh Rincong atau Tanah Rencong”.
Senjata khas Aceh yang sudah dikenal sejak zaman dahulu kala yaitu pedeng jok selain itu adajuga rencong, selain memiliki bentuk yang unik dan mematikan, rencong juga menjadi bagian dari sejarah panjang dalam perjuangan Aceh melawan penjajahan portugis, belanda dan jepang yang ingin menguasai tanah Aceh.

Gampông (sebutan untuk Desa) Baet, Kecamatan Sukamakmur,merupakan salah satu daerah penghasil rencong di Aceh yang sudah menjadi sentra penghasil rencong sebagai tradisi yang diwariskan secara turun temurun sejak ratusan tahun lalu. Selain sebagai penempa dan pemahat rencong para kaum lelaki gampong Baet juga bertani dan berkebun sebagai profesi rutin sehari-hari. Sedangkan kaum perempuannya selain menjadi ibu rumah tangga juga ikut menjadi pengrajin produk kerjaninan aceh seperti tas aceh dan dompet etnik.

Rencong

Rencong merupakan senjata tradisional yang digunakan di Kesultanan atau Kerajaan Aceh sejak masa pemerintahan Raja Ali Mughayat Syah yang merupakan Sultan atau raja Aceh yang pertama. Kedudukan Rencong di Kesultanan Aceh begitu penting, Rencong selalu diselipkan di pinggang Sultan Aceh, selain itu para Ulee Balang (Abdi Dalem) dan masyarakat biasa juga menggunakan Rencong.

Incoming search terms for the article:

About eko

Check Also

Tas Aceh 2017

Tas Aceh Terbaru Untuk Tahun 2017 hingga 2018

Tas Aceh Terbaru Untuk Tahun 2017 hingga 2018 Tas Aceh Terbaru Untuk Tahun 2017 hingga ...